Khasiat jus dan sayuran
- Wednesday, December 3, 2008, 19:13
- Jus dan herbal
- 2,153 views
- 1 comment
Khasiat Jus semakin diminati
Disetiap tubuh manusia senantiasa berlangsung proses kehidupan yang terjadi berkat tersedianya zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi. Zat-zat gizi yang digunakan dalam berbagai fungsi itu harus senantiasa diganti dengan zat gizi baru melalui makanan dan minuman yang terus-menerus di konsumsi setiap hari. dengan kata lain terjadilah siklus zat gizi dalam tubuh manusia selama proses kehidupan berlangsung. Biji-bijian, daun-daunan, buah-buahan disediakan untuk kehidupan kita sehingga dapat memberikan kekuatan bagi tubuh kita.
Jus Buah & Sayuran Makin Berkembang
Bila kita mempunyai sebuah mobil agar mobil tetap awet dan tidak gampang rusak, maka pelumas dan bahan bakar yang dipilih haruslah yang tepat. Layaknya memilih pelumas atau bahan bakar mobil, begitupula memilih makanan yang akan menjadi bahan bakar tubuh perlu dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Makanan sumber energi, dari makanan itulah sel-sel tubuh yang aus dibangun kembali setiap saat, baik siang maupun malam. Buah dan sayuran dikenal sebagai sumber nutrisi alami bagi kesehatan tubuh. Khususnya bila diolah menjadi sari buah atau jus.
Selain itu buah dan sayuran juga bermanfaat untuk membantu mengobati berbagai penyakit. Minum jus buah dan sayuran merupakan cara paling efisien untuk menyuplai tubuh dengan vitamin, mineral, dan antioksidan. Enzim dalam sayuran dan buah inilah yang menjadi kunci kesehatan tubuh. Dewasa ini jus sangat digemari setiap orang, anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua sudah tidak asing lagi dengan jus. Selain menggugah selera, jus buah juga digunakan sebagai terapi dalam berbagai penyakit.
Makanan dari tumbuh-tumbuhan dipercaya dapat mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit sudah diyakini pada ribuan tahun yang lalu oleh nenek moyang kita. Hal ini dibuktikan dari tulisan-tulisan pada trasnskrip bangsa Cina dan Mesir Kuno. Raja Inggris, Henri VIII ( 1491-1547 ) telah membuktikan mampu mengusir eksim yang telah merusak wajah dan kedua lengannya dengan jus seledri.
Pada abad ke 19 para dokter sudah mengobati pasiennya menggunakan jus dan buah-buahan segar. Namun ketika itu, terapi jus belum berdasarkan atas data-data ilmiah. Pada permulaan dekade 1900 seorang ahli Kimia dari Polandia yang bernama Casimar Funk, menyatakan bahwa penyakit bisa muncul karena kekurangan salah satu vitamin yang terdapat dalam makanan. Penyakit yang ditemukan karena kekurangan vitamin tersebut diantaranya beri-beri, skorbut ( kekurangan vitamin C ), dan pellagra (penyakit kulit akibat kekurangan nikotinat ). Dan setelah diketahui penyebabnya, ia memberikan zat yang dibutuhkannnya penderita kekurangan vitamin, dan semuanya sembuh dalam waktu dekat.
Pada permulaan abad ke 20, para pionir terapi jus asal Amerika, seperti dr. Norman W.Wolker mendirikan Norwalk Laboratory of Nutritional Chemistry and Scientific Research atau Laboratorium Nutrisi Kimia dan penelitian ilmiah di New York. Sementara itu, Ann Wigmore mendirikan Hippocrates Health Institute di Boston. Melalui lembaga penelitiannya ini, dr.wolker menemukan cara hidup sehat dan bebas dari penyakit dengan terapi Jus.
Pada tahun 1930 telah dikembangkan the triturator juicer, yakni alat yang dapat mencincang hingga lumat sayuran dan buah untuk kemudian diproses dengan sistem hidroulik, yakni menggunakan alat yang mampu menghancurkan buah hingga seratnya terpisah. Jus yang berhasil dipisahkan dari seratnya lebih optimal daripada juicer sentrifugal yang sekarang ini banyak diperdagangkan dengan berbagai merek. Dengan adanya mesin-mesin juicer saat ini maka semakin mudahnya untuk membuat jus buah dan sayuran.
Juicer adalah alat yang paling baik untuk membuat jus dari buah dan sayuran segar karena dapat menghaluskan serat, kulit sayuran dan buah. Jika tidak ada juicer, jus buah dan sayuran dapat dibuat dengan cara manual, yakni dengan memeras dan melumatkannya.
Praktisi terapi jus
Seorang naturopati yaitu hanya mengobati secara herbal yaitu Dr. Steven Bailey, N.D dari Northwestern University, Porland, Oregon telah menangani pasiennya dengan terapi Jus. Dr.Steven berpendapat bahwa jus bisa dipakai untuk membantu memperbaiki sistem kekebalan ( imunitas ) tubuh, menyembuhkan panyakit tekanan darah tinggi, memperlancar proses detoksifikasi, dan melindungi tubuh dari lingkungan yang tercemar.
Dr. Elson Haas, M.D dari San Rafael, California. Telah memanfaatkan terapi jus secara teratur dengan tidak makan apa pun kecuali hanya minum Jus. Pada tahun 1975, Dr.Elson melakukan ” Puasa ” tersebut untuk detoksifikasi ( mengeluarkan racun ) dari dalam tubuhnya. Pengalamannya itu telah mengubah hidup dan kesehatannya menjadi lebih baik. ” Saya melakukan terapi jus dan saya sembuh dari alergi dan sakit punggung. Berat badan saya juga menjadi normal dan saya merasakan vitalitas dan kreativitas yang lebih besar “. Katanya.
Pendapat lain mengatakan bahwa terapi jus bisa dipakai untuk memberikan dasar nutrisi yang kokoh bagi pasien kanker, sekaligus meningkatkan kemampuan penyembuhannya. Mengkonsumsi sayuran dan buah dalam bentuk jus juga bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan, energi, dan kepadatan massa otot. Berbeda dengan jus segar, jus awetan sudah kehilangan nutrisi yang berharga. Jus hendaknya dibuat untuk langsung diminum. Tidak disarankan membuat jus untuk disimpan sepanjang hari. pengawetan atau penyimpanan menyebabkan jus terkena oksigen. Oksigen ini akan menghilangkan sebagian besar vitamin-vitamin alami yang terdapat dalam jus.
Jika dikonsumsi untuk tujuan kesehatan atau penyembuhan, jus tidak boleh ditambah gula atau garam. Jika rasa jus tersebut kurang enak Anda bisa mencampurnya dengan jus lain yang rasanya lebih enak dan segar, misalnya dicampur dengan jus lemon. Yang harus dilakukan pertama sebelum membuat jus adalah bahan yang akan dibuat jus harus benar-benar segar. Buah dan sayuran yang akan dibuat jus harus dicuci hingga bersih, kemudian diiris-iris. Jika kulitnya tidak keras dan dapat dimakan, sebaiknya buah tidak perlu dikupas karena banyak vitamin yang terdapat di dalamnya. Setelah diiris, buah atau sayuran segera dimasukkan ke dalam juicer, dengan secara langsung ampas akan terpisah dari air atau sarinya dan siap untuk diminum. Jika tidak ada juicer, jus buah dan sayuran dapat dibuat dengan cara manual, yakni dengan memeras dan melumatkannya.
Terapi jus merupakan cara penyembuhan dengan meminum sari buah, atau sayuran yang mempunyai khasiat obat. Sari tersebut sebaiknya langsung diminum agar kesegarannya tetap terjaga. Terapi jus menjadi bagian atau pendukung dan pelengkap penyembuhan lainnya, baik terapi medis, maupun herbal.
About the Author
One Comment on “Khasiat jus dan sayuran”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!


apakah hasil juice dengan juice sentrifugal dengan the triturator juicer berbeda signifikan? bagaimana cara mengolah jus sayuran dengan juice sentrifugal?